Tideng Pale, Bupati Kabupaten Tana Tidung H.Undunsyah, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Tana Tidung 2017 yang diselenggarakan di Pendopo Djaparuddin, Rabu (29/3).
Kali ini, tema yang diusung yakni percepatan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan sumber daya manusia menuju masyarakat sejahtera di bumi Upun Taka dalam mewujudkan pembangunan KTT yang maju. Musrenbang KTT yang digelar tahun 2017 sedianya digelar untuk perencanaan tahun 2018 mendatang. Dan dikatakan Undunsyah, ini merupakan tahun ketiga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tana Tidung. Dalam musyawarah kerja tersebut juga dibahas soal peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan, penyelenggaraan tata ruang dan lingkungan hidup, kualitas pelayanan infrastruktur, peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan, peningkatan kualitas dan mutu pelayanan publik, dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.
Dalam sambutannya, Undunsyah menjelaskan Musrenbang KTT adalah forum antar pelaku pembangunan dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Bumi Upun Taka. “Mari kita bangun ekonomi, infrastruktur dan aparatur hingga menjadi kabupaten yang teratur dengan langkah cepat wujudkan mimpi, bersama satukan hati wujudkan visi dan misi, menggapai mipi untuk Tana Tidung yang dicintai,” ajak Undunsyah di sela-sela sambutannya.
Tak lupa, Ia jua mengingatkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mengedepankan prinsif efesiensi dan efektifitas sebagai langkah cepat wujudkan mimpi dalam menyusun program kegiatan. “Hal ini perlu saya sampaikan, karena seiring dengan penurunan penerimaan yang ada, tentu akan berimplikasi pada penganggaran di daerah,"ujar Bupati Undunsyah.

Lanjutnya, Bupati berharap Musrenbang RKPD KTT tahun 2018 ini dapat dijadikan dasar dan masukan untuk penyusunan perencanaan pembangunan ke depan, dengan harapan perencanaan yang disusun semakin baik dan berkualitas. “Untuk itu keterpaduan, kalaborasi dan koordinasi antar berbagai pihak dalam perencanaan pembangunan menjadi penting dikedepankan untuk mencapi tujuan, sehingga perencanaan yang kita susun benar benar menyentuh langsung dalam mengatasi berbagai isu dan tantangan yang dari waktu ke waktu semakin kompleks,” jelasnya.
Oleh karenanya, tambahnya lagi, sesuai dengan mekanisme dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, maka pendekatan dalam penyusunan rencana pembangunan ini dilakukan atas dasar pendekatan tematik, holistik, terintegrasi dan pendekatan spasial. Yang ke semuanya bermuara pada prinsip Money Foollow Program. “Dan mengandung makna bahwa, paradigma penyusunan program dan kegiatan telah bergeser dari Money Foollow Function, yang selama ini menjadi acuan dalam penyusunan program dan kegiatan," kata Undunsyah dalam sambutannya, Senin (27/3). (*/rko/zia)
Sumber : kaltara.prokal.co.id